Omah Aspirasi Rakyat Soroti Proyek Revitalisasi Sekolah di Pati, Warga dan Toko Bangunan Lokal Diduga Tak Dilibatkan
PATI, Aliansirakyatnews.com – Omah Aspirasi Rakyat menyoroti pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah yang bersumber dari program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Kabupaten Pati. Pasalnya, proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut diduga tidak melibatkan masyarakat maupun toko bangunan di sekitar lokasi sekolah dalam proses pengerjaannya.
Koordinator Omah Aspirasi Rakyat, De Leak, menduga terdapat campur tangan oknum kepala sekolah bersama oknum komite sekolah yang menyebabkan warga sekitar tidak mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut.
Menurutnya, kondisi ini patut menjadi perhatian. Sebab, program revitalisasi sekolah semestinya tidak hanya berorientasi pada pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di lingkungan sekitar.
De Leak menilai, keberadaan anggaran negara dalam proyek tersebut seharusnya bisa menjadi peluang bagi warga lokal untuk mendapatkan pekerjaan. Begitu pula toko-toko bangunan di sekitar sekolah, yang semestinya memiliki kesempatan untuk ikut menyediakan kebutuhan material pembangunan.
“Uang negara itu seharusnya juga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Jangan sampai proyek revitalisasi sekolah justru tidak memberikan ruang bagi warga setempat untuk bekerja. Padahal, ada konsep swakarya yang bisa melibatkan masyarakat sekitar dalam pengerjaannya,” menjadi salah satu sorotan Omah Aspirasi Rakyat.
Ia juga mempertanyakan mekanisme pelaksanaan proyek apabila masyarakat sekitar maupun pelaku usaha lokal tidak diberi kesempatan untuk berpartisipasi. Menurutnya, perlu ada keterbukaan mengenai siapa yang mengelola pekerjaan, bagaimana pengadaan material dilakukan, serta sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam proyek tersebut.
Omah Aspirasi Rakyat berharap pihak terkait, termasuk Kemendikdasmen dan instansi pendidikan di Kabupaten Pati, dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program revitalisasi sekolah. Transparansi dan pengawasan dinilai penting agar anggaran negara tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
De Leak menegaskan, pihaknya tidak mempersoalkan pembangunan sekolah, melainkan mempertanyakan pola pelaksanaan proyek yang diduga menutup kesempatan warga sekitar untuk ikut bekerja dan mendapatkan manfaat dari program pemerintah tersebut. (RED – Aliansirakyatnews.com)