Peringati Harlah ke-24, IGRA Tuban Gelar Gebyar Senam dan Tari Kolosal yang Diikuti 2.500 Peserta

TUBAN – Memasuki usia ke-24, Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Tuban menggelar Gebyar Senam dan Tari Kolosal di Alun-Alun Tuban, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan berlangsung meriah dengan diikuti sekitar 2.500 peserta yang terdiri atas guru Raudhatul Athfal (RA) dan perwakilan wali murid RA se-Kabupaten Tuban.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah (PD) IGRA Kabupaten Tuban tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) IGRA ke-24 yang diperingati setiap 29 Oktober. Selain sebagai ajang perayaan, kegiatan ini bertujuan mempererat kebersamaan, menjaga kesehatan, serta menumbuhkan kreativitas dan semangat berkarya di lingkungan pendidikan RA.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tuban, Mashudi, yang mewakili Bupati Tuban. Turut hadir jajaran Forkopimda, Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan yang juga Camat Tuban beserta jajaran, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, pengawas RA dan madrasah, pranata humas, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan pendidikan, di antaranya HIMPAUDI, IGTKI, IGABA, Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (PMNU), dan KKRA.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru RA atas dedikasi dan kontribusinya dalam mencerdaskan generasi bangsa. Menurutnya, pendidikan RA di Kabupaten Tuban turut berperan penting dalam membangun fondasi pendidikan bagi sekitar 10 ribu anak.
“Dua puluh empat tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya terdapat perjuangan, pengorbanan, kebersamaan, dan dedikasi para guru RA yang dengan penuh ketulusan telah memilih jalan mulia, yaitu mendidik generasi sejak usia dini,” ungkap Umi Kulsum.

Ia menegaskan bahwa IGRA bukan sekadar organisasi profesi, melainkan wadah perjuangan untuk menyatukan langkah, memperkuat komitmen, dan meningkatkan kompetensi para pendidik. Guru RA memiliki peran penting, tidak hanya dalam mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai keimanan, akhlak mulia, dan kecintaan kepada sesama sejak usia dini.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tuban, Mashudi, menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Bupati Tuban yang berhalangan hadir. Ia juga mengapresiasi kontribusi IGRA dalam mendukung pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Mashudi menilai Gebyar Senam dan Tari Kolosal memiliki makna penting dalam membangun pola hidup sehat sekaligus mengembangkan kreativitas seni. Keterlibatan guru dan wali murid dalam kegiatan tersebut juga menjadi cerminan kekompakan, kerukunan, dan kebersamaan dalam mendukung kemajuan lembaga RA.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat semangat kebersamaan antara guru dan wali murid. Semoga IGRA semakin maju dan terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Selamat Hari Lahir IGRA ke-24,” ujarnya.
Ketua PD IGRA Kabupaten Tuban, Istianah, dalam laporannya menyampaikan bahwa mendidik anak usia dini bukanlah pekerjaan sederhana. Dibutuhkan kesabaran, ketulusan, dan kekuatan hati dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.
Menurutnya, Gebyar Senam dan Tari Kolosal tidak hanya menjadi perayaan yang dipenuhi gerak, irama, dan keceriaan, tetapi juga mengandung pesan tentang pentingnya keselarasan, kreativitas, dan persatuan dalam mendidik generasi penerus.
“Dalam senam, kita belajar keselarasan gerak. Dalam tari, kita belajar keindahan ekspresi. Dan dalam IGRA, kita belajar menyatukan langkah dalam satu tujuan perjuangan,” tutur Istianah.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menunjukkan bahwa guru RA Kabupaten Tuban merupakan pendidik yang sehat, kreatif, bersemangat, dan berbudaya, serta siap berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Pada momentum Harlah ke-24 ini, Istianah juga mengajak seluruh keluarga besar IGRA Kabupaten Tuban untuk menjaga soliditas organisasi, meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas, serta memperkuat keikhlasan dalam pengabdian.
Melalui kegiatan tersebut, IGRA Kabupaten Tuban diharapkan semakin solid dan profesional serta terus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan Raudhatul Athfal. Dengan demikian, pendidikan RA dapat terus melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkarakter Islami.
(Red)