Wednesday, 25-05-2022 10:13:08 am

Breaking News

Dukung Operasinya Kembali PT.GPP, Perwakilan Masyarakat Layangkan Surat Ke SKK Migas.
Home / / Detail berita

Desa Sendi, Desa Yang Masih Kental Dengan Adat Yang Nantinya Bisa Jadi Icon Di Mojokerto

AliansiRakyatNews -
(1397 Views) Kamis, 15 Februari 2018 - 1:36


Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto, menerima kunjungan Tim Monitoring Penataan Desa Propinsi Jawa Timur dalam rangka Penataan Desa Sendi Kecamatan Pacet, yang rencananya bakal diambil alih Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk dijadikan desa adat.

Rombongan diterima langsung oleh Bupati Mustofa Kamal Pasa di rumah dinasnya, Griya Wira Bhakti Praja, Rabu (14/2) pagi kemarin.



Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah membentuk tim khusus bernama Tim Penataan Desa, yang terdiri dari unsur Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Bagian Hukum, Bagian Adminsitrasi Pemerintahan, Bagian Adminsitrasi Pembangunan serta camat dan kepala desa Pacet.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga sudah mengajukan ke propinsi, dan saat ini sedang dalam proses pengajuan ke pusat untuk mendapat persetujuan Mendagri.

Bupati dalam paparan sambutannya menjelaskan empat hal kepada Tim Penataan Desa Propinsi Jawa Timur, dalam proses dan manfaat pembentukan Desa Adat Sendi.

Pertama, terbentuknya Desa Sendi akan memudahkan pelayanan adminsitrasi, karena selama ini masyarakat harus menempuh jarak 7 km ke pusat pemerintahan Desa Pacet untuk mendapatkannya. Kedua, Pemda telah mengalokasikan Bantuan Keuangan Desa (BK Desa) sebesar Rp 2,2 miliar untuk pengembangan desa.

Ketiga, harapan untuk upaya pelestarian adat istiadat dan budaya Majapahit ada pada Desa Sendi. Keempat, desa ini nantinya diharapkan menjadi daya tarik wisata baru yang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dijelaskan juga oleh bupati bahwa saat ini masyarakat eks-Desa Sendi ingin agar pemerintah mengembalikan keberadaan lahan pada ahli waris. Demikian juga pemerintahan Desa Sendi yang berharap agar model desa adat berbasis nilai luhur budaya lokal bisa hidup kembali.

“Hal tersebut (diatas) sejalan dengan misi pembangunan Kabupaten Mojokerto yang pada misi ke-3 menyebutkan ‘Membangun kemandirian ekonomi yang berdimensi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui penguatan strukutur ekonomi yang berorientasi pada pengembangan jaringan infrastruktur, UMKM, agrobisnis, agroindustri dan pariwisata,” lengkap bupati dalam paparannya.

Tim Monitoring Persiapan Desa Propinsi Jawa Timur yang diwakili Rusmiati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana pembentukan desa adat ini.

“Saat ini di Indonesia tercatat 50 desa adat, salah satunya di Kabupaten Mojokerto (Desa Sendi) yang nantinya akan mewakili Jawa Timur. Propinsi Jawa Timur sangat mendukung rencana ini,” ujar Rusmiati.

Penerimaan rombongan Tim Penataan Desa Propinsi Jawa Timur di rumah dinas bupati, dilanjutkan dengan peninjauan langsung lokasi Desa Sendi yang dipandu langsung oleh Bupati Mustofa Kamal Pasa didampingi jajaran. Spot kunjungan antara lain Situs Keramat Sumber Panguripan Babakan Kucur Tabud dan Putuk Kursi.

Untuk diketahui, Desa Sendi atau diartikan “Desa yang Hilang” secara histori diyakini sebagai tempat pertapaan para pembesar dan begawan kerajaan Majapahit pada masanya.

Saat ini eks Desa Sendi dikenal oleh penduduk sekitar sebagai Ngeprih-Ngoetan. Secara administrasi pemerintahan, Sendi juga telah eksis sejak tahun 1951. Saat itu Desa Sendi diresmikan oleh Gouverment Oost-Java, Resident Soerabaja, Regentschap Modjokerto, District Djaboeng, Desa Sendi, Oorspronkelijk Opgenomen 1951, yaitu perwakilan pemerintahan Belanda yang berpusat di Surabaya.

Pengirim : Bag Hum

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry



Categorised in: