Saturday, 30-05-2026 10:42:34 am

Breaking News

Menyamar Jadi Santri, 7 Orang Luar Kota Diamankan Polres Bojonegoro Saat Mencuri HP
Home / / Detail berita

Ricuh di SPBU Parengan Tuban, Adu Mulut Berujung Dugaan Kekerasan

AliansiRakyatNews -
(272 Views) Minggu, 8 Februari 2026 - 2:02


 

Tuban, Aliansirakyatnews.com
Di Parengan yang semula berjalan biasa, berubah menjadi tegang. Di tengah hiruk pikuk kendaraan dan aroma bahan bakar, terjadi peristiwa yang menyisakan luka—bukan hanya pada tubuh, tetapi juga pada rasa aman di ruang publik.



Seorang konsumen berinisial JW terlibat adu mulut dengan petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Parengan, Kabupaten Tuban. Ketegangan yang bermula dari percakapan singkat itu, menurut rekaman kamera pengawas (CCTV), kemudian menjelma menjadi dugaan tindak kekerasan.

Dalam rekaman tersebut, JW terlihat keluar dari mobilnya dengan mesin masih menyala. Tak berselang lama, perdebatan terjadi dengan seorang operator SPBU yang tengah melayani pengisian bahan bakar kendaraan roda dua. Situasi memanas ketika JW diduga menarik topi petugas, memicu kegaduhan di area pengisian.

Upaya melerai datang dari seorang mandor SPBU. Namun, niat meredam api justru berujung luka. Mandor tersebut terekam menerima pukulan di bagian perut dari JW. Ketegangan pun tak berhenti di situ. Beberapa saat kemudian, rekan mandor lain yang datang ke lokasi juga diduga mengalami perlakuan serupa.

Kesaksian warga di sekitar lokasi menyebutkan, insiden bermula saat JW hendak mengisi bahan bakar. Namun, pengisian sempat dihentikan sementara karena proses kontrol stok. Ketika diminta menunggu, salah satu petugas bernama Ferdian diduga menjadi korban pertama, dengan rambutnya ditarik oleh JW.

Petugas lain, Ali Nasroh, yang datang menyusul, juga diduga langsung dipukul. Sementara itu, Prasojo mengalami luka memar di bagian pipi, dan Raswadi—yang bertugas menjaga pompa serta berusaha melerai keributan—ikut menjadi sasaran tindakan agresif.

Atas peristiwa tersebut, keempat petugas SPBU, yakni Ferdian, Ali Nasroh, Prasojo, dan Raswadi, telah melaporkan dugaan kekerasan itu ke Polsek Parengan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi, begitu pula dari pihak terlapor. Namun, peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa ruang publik seharusnya menjadi tempat aman.

Oleh: Redaksi

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
2
100%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry



Categorised in: