Proyek Trotoar Rp50,8 Miliar di Bojonegoro Disorot, Banjir Tak Teratasi

Bojonegoro, Aliansirakyatnews.com – Sejumlah paket pekerjaan pembangunan trotoar di kawasan perkotaan Kabupaten Bojonegoro dengan total nilai anggaran sekitar Rp50,8 miliar menuai perhatian publik. Proyek yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 itu dinilai belum mampu mengatasi persoalan banjir yang kembali terjadi saat musim hujan.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, meskipun trotoar telah dibangun di berbagai ruas jalan utama, genangan air masih kerap muncul ketika hujan deras mengguyur wilayah kota. Kondisi tersebut memunculkan penilaian bahwa pelaksanaan proyek belum menyentuh akar permasalahan, khususnya terkait sistem drainase.
Adapun ruas jalan yang menjadi sasaran pembangunan trotoar meliputi Jalan AKBP M. Soeroko sisi barat dan timur, Jalan Sawunggaling, Jalan WR Supratman sisi barat dan timur, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan KH. Mansyur, Jalan Pattimura, serta Jalan Panglima Polim.
Tak hanya itu, hingga Januari 2026, sejumlah paket pekerjaan tersebut disebut belum rampung sepenuhnya, meskipun anggaran yang digunakan merupakan realisasi tahun 2025. Hal ini memicu kritik dari berbagai pihak yang menilai proyek tersebut berpotensi tidak efektif dan terkesan menghamburkan anggaran pemerintah.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan trotoar seharusnya tidak dilakukan secara parsial tanpa diiringi pembenahan saluran drainase.
“Pembangunan trotoar itu semestinya tidak berdiri sendiri. Drainasenya harus sekalian dibenahi agar mampu menampung debit air saat hujan deras,” tegas Wahono.
Bupati bahkan mengaku sempat meluapkan kemarahannya kepada Kepala Dinas PU Cipta Karya. Ia mempertanyakan alasan tidak dilakukannya pelebaran saluran air saat trotoar sudah terlanjur dibongkar.
“Saya kemarin sempat marah sama Pak Tito, Kepala Dinas PU Cipta Karya. Trotoar sudah dibongkar, kenapa tidak sekalian diperlebar saluran airnya,” ungkapnya.
Menurut Wahono, desain trotoar yang ada saat ini belum memberikan peningkatan signifikan terhadap kapasitas drainase, sehingga persoalan banjir di kawasan perkotaan Bojonegoro masih belum teratasi.
Ia menegaskan, ke depan seluruh proyek infrastruktur harus dirancang secara terpadu, tidak hanya mengejar tampilan fisik, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan dan persoalan riil masyarakat.(Mr)