Monday, 26-09-2022 11:19:23 pm

Breaking News

Bupati Anna : Semangat Dalam TMMD Bojonegoro, Jadi Energi Positif Untuk Pembangunan Berkelanjutan
Home / / Detail berita

Akibat Ambrolnya Jembatan Widang, Kapolres Bojonegoro Himbau Kendaraan Besar Hindari Jalur Bojonegoro

AliansiRakyatNews -
(566 Views) Sabtu, 21 April 2018 - 7:25



Bojonegoro – Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, usai kegiatan launching Patwal Srikandi Angling Dharma (SAD), pada Jumat (20/04/2018) siang, di Mako Sat Lantas Polres Bojonegoro, kepada awak media mengungkapkan bahwa terkait pengalihan arus pasca ambruknya jembatan di Widang Tuban, pihaknya mengimbau agar truk-truk dengan volume besar, sedapat mungkin menghindari jalur alternatif di wilayah Bojonegoro.

Hal tersebut dikarenakan kontur jalan di wilayah Bojonegoro agak sedikit sempit dan terdapat tanjakan. Selain itu, terdapat dua jembatan yang melintang di atas Sungai Bengawan Solo, yaitu jembatan Kaliketek Bojonegoro dan Jembatan Padangan yang berbatasan dengan wilayah Cepu Kabupaten Blora. Bilamana secara terus-menerus dan bolak-balik dilalui kendaraan-kendaraan dengan volume besar, dikhawatirkan akan cepat mengalami kerusakan.

Kepada awak media Kapolres Bojonegoro menyampaikan bahwa pengalihan arus sudah dilaksanakan sejak jembatan di Widang Tuban ambrol. Dengan adanya pengalihan arus tersebut pasti imbasnya akan berdampak pada kepadatan arus lalu-lintas di wilayah Bojonegoro, terutama daerah Baureno, ada dua perlintasan kereta api, dimana pada hari-hari biasa saja atau dalam situasi normal saja, sering terjadi kemacetan, dengan volume kendaraan kecil.



“Dengan adanya pengalihan arus kendaraan besar untuk memesuki wilayah Bojonegoro, dengan kondisi yang ada saat ini, otomatis akan menimbulkan eskalasi yang meningkat untuk volume kendaraan yang ada.” jelas Kapolres.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Bojonegoro telah mempersiapkan dengan menggelar anggota khususnya di dua titik tersebut dan beberapa titik lainnya.

“Terutama untuk mengantisipasi kendararaan kendaraan besar yang akan memasuki wilayah Bojonegoro.” imbuh Kapolres.

Kapolres juga mengimbau, khususnya kendaraan dengan volume besar, apabila dari arah timur, mungkin bisa melewati Manyar Gresik, untuk menuju jalur Pantura, atau langsung melewati Jombang. Tidak memasuki wilayah Bojonegoro, karena kontur jalan di wilayahBojonegoro agak sedikit sempit dan terdapat tanjakan di wilayah Gunungsari Baureno.

“Dan sudah terjadi isiden kendaraan dengan volume besar, yang tidak kuat melewati tanjakan tersebut.” jelas Kapolres.

Terkait adanya kekhawatiran terhadap kemampuan jembatan Kaliketek Bojonegoro dan jembatan Padangan-Cepu, yang saat ini dilalui kendaraan-kendaraan dengan volume besar secara terus-menerus dan timbal-balik atau dua arah, sehingga jembatan tersebut dikhawatirkan akan cepat mengalami kerusakan atau dimungkinkan akan terjadi insiden yang sama, seperti yang telah terjadi pada jembatan di Widang Tuban.

Melalui media ini Kapolres mengimbau agar truk-truk dengan volume besar, sedapat mungkin menghindari jalur alternatif di wilayah Bojonegoro.

“Inilah yang saya katakan tadi, kami imbau truk-truk dengan volume besar, apabila dari arah timur, mungkin bisa melewati Manyar Gresik lalu menuju jalur Pantura, atau langsung melewati Jombang.” imbau Kapolres.

Sementara, ketika ditanya terkait sampai kapan pengalihan arus melalui wilayah Bojonegoro ini akan berlansung, Kapolres menjelaskan bahwa pengalihan ini akan berlangsung hingga jembatan Widang Tuban selesai di perbaiki.

Berdasarkan hasil rapat dengan jajaran terkait, bahwa perbaikan jembatan di Widang Tuban akan segera dilaksanakan dan saat ini tim dari Kementrian PUPR sudah mulai mempersiapkan jembatan cadangan sebagai pengganti jembatan nyang rusak, yang mana saat ini sudah bergerak menuju Tuban.

“Diharapkan sebelum arus mudik lebaran, jembatan tersebut telah selesai diperbaiki,” pungkas Kapolres.

(Ags/Hum)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry



Categorised in: