Saturday, 13-06-2026 07:42:51 am

Breaking News

Satu Kompi Personil Polres Dan TNI Siap Amankan Aksi Damai EMCL
Home / / Detail berita

Mencari Terang di Balik Bayang-Bayang Program Desa Teleng Jejak Bantuan, Anggaran Menyisakan Tanda Tanya

AliansiRakyatNews -
(10 Views) Sabtu, 13 Juni 2026 - 6:06


BOJONEGORO, AliansiRakyatNews.com – Pengelolaan sejumlah program di Desa Teleng, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai dugaan persoalan dalam pelaksanaan beberapa kegiatan desa.

Informasi tersebut disampaikan oleh narasumber berinisial R yang meminta identitas lengkapnya tidak dipublikasikan. Menurut R, sejumlah program yang telah berjalan perlu mendapatkan penjelasan dan klarifikasi dari pemerintah desa maupun pihak terkait demi menjaga transparansi kepada masyarakat.



Salah satu yang menjadi perhatian adalah bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda dua yang diterima Gapoktan Sumber Rejeki pada tahun 2021.

R mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, bantuan traktor tersebut diduga telah diperjualbelikan oleh pihak tertentu. Traktor tersebut disebut sempat berpindah tangan dengan nilai sekitar Rp17 juta sebelum kemudian dijual kembali kepada petani di wilayah Kabupaten Tuban dengan harga sekitar Rp21 juta.

“Informasi yang saya peroleh, bantuan traktor tersebut diduga dijual oleh pihak ketiga. Karena itu perlu ada penjelasan dari pihak yang berwenang agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas,” ujar R.

Selain persoalan alsintan, R juga menyoroti pembangunan spandek yang bersumber dari anggaran tahun 2022. Menurutnya, pekerjaan tersebut diduga belum selesai sepenuhnya, namun laporan pertanggungjawaban (SPJ) disebut telah dibuat secara penuh.

“Informasi yang saya dapat, progres pekerjaan diperkirakan masih sekitar 70 persen, namun pelaporannya disebut sudah 100 persen. Hal ini tentu perlu diklarifikasi,” katanya.

R menambahkan, pekerjaan pembangunan spandek tersebut diduga dikerjakan melalui sistem borongan dengan nilai pekerjaan sekitar Rp22 juta pada tahun anggaran 2022.

Sorotan lain juga muncul terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025.

Menurut R, terdapat informasi mengenai dugaan pemotongan bantuan yang diterima masyarakat penerima manfaat. Setiap penerima disebut seharusnya menerima bantuan sebesar Rp1,8 juta, namun diduga terdapat pemotongan sebesar Rp700 ribu.

“Informasi yang berkembang menyebut adanya dugaan pemotongan bantuan. Tentu perlu ada penjelasan dari pihak terkait agar persoalan ini menjadi terang,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, AliansiRakyatNews.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Desa Teleng, pengurus Gapoktan Sumber Rejeki, serta pihak-pihak terkait lainnya guna memperoleh keterangan resmi dan keberimbangan informasi.

AliansiRakyatNews.com menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan. (Red)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry



Categorised in: