Ketua PKDI Diduga Tekan Kades Sidorejo: Sebut Nama Kapolres untuk Desak Pencabutan Laporan Salah Tangkap

Tuban,- Aliansirakyatnees.com —
Beredar rekaman percakapan telepon antara Kepala Desa Sidorejo, Kecamatan Kenduruan, Parwandi, dengan Ketua PKDI sekaligus Kades Sumberjo, Soehadi. Dalam rekaman tersebut, Soehadi diduga memberikan tekanan dan ancaman dengan menyebut nama Kapolres Tuban demi memaksa Parwandi agar membantu mencabut laporan terkait kasus salah tangkap. (8/12/2025)
Dalam percakapan itu, Parwandi yang juga anggota PKDI menegaskan bahwa dirinya telah melakukan berbagai upaya untuk mencari jalan damai. Namun ia menolak mengintimidasi warganya, karena menurutnya korban memang tidak bersalah.
Soehadi dalam percakapan terdengar menyampaikan ancaman bahwa Kapolres akan “mengobok-obok” usaha dan kehidupan Parwandi jika laporan tidak dicabut. Parwandi pun mempertanyakan letak kesalahannya hingga harus menghadapi ancaman seperti itu, padahal dirinya hanya menjalankan tugas sebagai kepala desa yang mendampingi warganya yang meminta keadilan.
Soehadi juga mempertanyakan sikap Parwandi yang dinilai tidak bisa “mengomongi warga” untuk mencabut laporan. Menanggapi hal tersebut, Parwandi menegaskan bahwa segala upaya sudah ia lakukan namun keputusan tetap berada pada korban dan keluarganya. Ia juga menyatakan siap menjalankan langkah lain selama tidak melanggar norma dan tidak mengintimidasi warga.
Mendengar isi rekaman tersebut, Presiden Aliansi Alam Bersatu, Mifta, mengecam keras tindakan Ketua PKDI dan penyebutan nama Kapolres Tuban dalam konteks ancaman. Ia menegaskan bahwa seorang Kapolres seharusnya melindungi masyarakat, bukan menekan demi kepentingan tertentu. Begitu pula Ketua PKDI yang seharusnya menjadi penyambung aspirasi kepala desa, bukan bekerja sama dengan oknum aparat yang diduga salah dalam penanganan kasus.
Mifta menilai perilaku seperti itu tidak layak dipertahankan dalam jabatan publik, dan meminta agar mereka dicopot agar bisa merasakan langsung kondisi dan keluhan masyarakat. (Red)