Sunday, 29-01-2023 05:42:33 am

Breaking News

Dua Pengguna dan Penjual Narkoba Jenis Shabu Berhasil Diamankan Oleh Petugas
Home / / Detail berita

Selewengkan Anggaran Covid-19, Kajari Pati Ancam Hukuman Mati

AliansiRakyatNews -
(3575 Views) Selasa, 19 Mei 2020 - 1:40


Pati – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pati Darmukit, S.H, M.H menegaskan akan memberikan ancaman hukuman mati terhadap pihak-pihak yang sengaja melakukan penyimpangan dalam penyaluran anggaran yang diperuntukkan menangani Covid-19, Selasa (19/5/2020).

“Ancamannya bisa hukuman mati kalau ada yang melakukan penyimpangan anggaran Covid-19, karena dilakukan disaat kondisi negara darurat,”Ungkap Darmukit kepada wartawan.

Pihaknya sejak beberapa waktu lalu sudah melakukan pengawasan dalam penyaluran penggunaan anggaran Covid-19. Hal itu menyusul dari Pemerintah pusat maupun daerah telah melakukan recofusing atau pemotongan terhadap anggaran yang akan digunakan untuk penanganan Covid-19 yang saat ini sedang melanda.



Selain itu, Langkah yang dilakukan, ia juga sudah melakukan koordinasi kepada pihak-pihak terkait agar penggunaan anggaran untuk menangani Covid-19 ini tidak disalahgunakan, termasuk melakukan sosialisasi dalam penggunaan penanganan anggaran Covid-19.

“Kita sudah melakukan pengawasan dan koordinasi, agar anggaran yang disalurkan bisa tepat sasaran. Memang, kita tidak masuk dalam tim satgas gugus Covid-19, hanya saja kita menjalankan pengawasan terutama dibidang perdata dan tata usaha, serta dalam sisi hukumnya,”Imbuhnya.

Dengan kondisi seperti ini, Kata Dia, Pihaknya tidak bisa berbuat secara langsung untuk melakukan sosialisasi, hanya saja hal itu akan terus disampaikan saat rapat agar dalam penggunaan anggaran daerah atau pusat untuk penanganan Covid-19 tidak ada penyalah gunaan.

“Kita tidak bisa secara langsung melakukan sosialisasi, namun saat rapat akan terus kita sampaikan agar penggunaan anggaran Covid-19 ini dijalankan sesuai dengan tupoksinya,”Pungkas Darmukit. (Ar/Hn)

38
77%
like
1
2%
love
4
8%
haha
5
10%
wow
0
0%
sad
1
2%
angry



Categorised in: