Tuesday, 28-09-2021 09:53:52 am

BREAKING NEWS

Mengenal Sosok Syekh SubakirTotal Viewed #41098 Views

BREAKING NEWS

Mengenal Sosok Syekh Subakir.#41098 Views
Home / / Detail berita
(425 Views) December 9, 2017 2:51 pm

Dua Hari 3 Wilayah Di Selatan Kota Bojonegoro Diterjang Banjir Bandang

AliansiNews -


aliansirakyatnews.com, Bojonegoro –Banjir bandang mulai menerjang wilayah selatan Bojonegoro dalam dua hari terakhir. Banjir akibat luapan sungai itu menerjang wilayah Kecamatan Gondang, Sekar, dan Balen.

Di wilayah Kecamatan Gondang, banjir bandang setinggi 40 – 50 sentimeter menggenangi permukiman warga, jalan perkampungan, dan lahan pertanian. Rumah warga yang tergenang banjir yakni 25 kepala keluarga (KK) di Desa Gondang, sebelah utara sungai yang meluap.



Selain itu, lahan pertanian yang terendam banjir seluas 2 hektare.
Selain terjadi banjir bandang, juga terjadi angin puting beliung yang menerjang rumah Wari, Jito, dan Gumun di Dukuh Pukuhrejo, Desa Gondang. Kerugian ditaksir mencapai Rp 32 juta.

Sedangkan, banjir bandang di wilayah Kecamatan Balen terjadi di Desa Lengkong dan Kedungbondo. Di dua desa tersebut rumah warga tergenang banjir luapan sungai.

Rumah warga yang tergenang banjir yakni milik Sukadi, Wati, Pita, Ngasri, Ngasnah, di Dusun Besuki, Desa Kedungbondo. Selain itu, rumah milik Sutikno, Sodikin, Wagito, Rohmat, dan Waris di Desa Lengkong.

Menurut Camat Balen, Djuono Poerwito, saat ini sedang dilakukan pendataan rumah warga, jalan, dan lahan pertanian yang tergenang banjir bandang. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir bandang tersebut.

Sementara itu, banjir bandang di Kecamatan Sekar menggenangi permukiman warga, jalan kampung, dan lahan pertanian. Banjir bandang melanda dua desa yakni Desa Sekar dan Desa Wiyono. Sedikitnya 10 kepala keluarga di Desa Sekar dan 4 KK di Desa Wiyono rumahnya tergenang banjir setinggi betis.

Menurut Kapolsek Sekar, AKP Supriyo, banjir bandang disebabkan terjadinya hujan deras di wilayah selatan Bojonegoro selama beberapa jam. Kemudian, air dari daerah perbukitan luruh ke bawah bersama lumpur lalu masuk ke sungai. Karena sungai tidak bisa menampung limpahan air kemudian terjadi luberan banjir.

“Kami masih mendata keseluruhan rumah, jalan, dan sarana prasarana yang tergenang banjir. Untuk korban jiwa nihil,” ujarnya.

Penulis : Hum/Bbc
Editor : Agus
Publisher : Admin

* Sumber : bbc

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Categorised in: