PROYEK TAK BERTUAN, HASIL KERJANYA BAGAIKAN “SILUMAN”: ASPAL JALAN DI DESA KEDUNG SOKO PLUMPANG/TUBAN DIPERTANYAKAN PUBLIK

Tuban — Proyek pengerjaan jalan aspal di wilayah Dusun Kedung Mojo Terong, Desa Kedung Soko, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi sorotan publik. Meski proyek yang dikerjakan oleh pihak pemborong tersebut baru selesai sekitar satu minggu lalu, kondisi fisik jalan sudah menunjukkan kerusakan dan jauh dari standar kualitas yang seharusnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa permukaan aspal tidak padat, banyak bagian yang amburadul, serta batu koral yang menjadi landasan aspal tampak rusak dan tidak tertata sesuai spesifikasi. Warga menyayangkan hasil proyek yang tampak dikerjakan asal-asalan tersebut, meski pelaksanaannya menggunakan anggaran daerah (APBD).
Warga sekitar Dusun Mojo Terong menilai pekerjaan ini tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan tidak mencerminkan standar mutu proyek peningkatan jalan aspal. Mereka menilai sekalipun proyek tersebut merupakan pembangunan lanjutan (PL), bukan berarti kualitas boleh diabaikan.

Selain mutu pekerjaan yang dipertanyakan, proyek ini juga tidak memasang papan informasi proyek sejak awal hingga pekerjaan selesai. Padahal keberadaan papan informasi merupakan kewajiban sebagai bentuk transparansi penggunaan dana publik. Warga menilai hal ini menunjukkan lemahnya pengawasan pihak kontraktor maupun pemilik pekerjaan.
Masyarakat Desa Kedung Soko dan Desa Klotok berharap Dinas terkait, khususnya Dinas PU Kabupaten Tuban, segera turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan di usia sangat dini tersebut. Mereka juga meminta kejelasan dari pihak pelaksana dan narasumber proyek terkait spesifikasi pekerjaan yang telah dilakukan.
Tim media yang meninjau lokasi pada Jumat (28/11/2025) mendapati kondisi jalan tidak sesuai dengan standar Mutu Konstruksi (SKM).