Thursday, 18-07-2024 05:49:31 am

Breaking News

Kunjungan Kerja Pangdivif 2 Kostrad Ke Yonarmed 12 Angicipi Yudha
Home / / Detail berita

Meriahkan Hari Raya “Karo” Sekaligus HUT RI Ke -77, Kades Ledok Ombo Sandi Bersama Warga Hadirkan Hiburan

AliansiRakyatNews -
(383 Views) Selasa, 23 Agustus 2022 - 5:39


Probolinggo  – Meriahkan HUT RI ke 77 sekaligus rayakan hari raya “KARO” kepala desa Ledok Ombo Masaendi bersama warga masyarakat suku tengger hadirkan orkes tunggal atau elekton di desa Ledok Ombo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Hari Raya Karo atau Yadnya Karo merupakan hari raya ke dua setelah Kasada alias bulan kedua dari 12 bulan menurut kalender Suku Tengger. Perayaan Karo menjadi lambang asal mula kelahiran manusia sehingga berbagai rangkaian Upacara Karo wajib dilakukan oleh masyarakat adat Tengger di desa Ledok Ombo.

Masaendi kepala desa Ledok Ombo menjelaskan bahwa perayaan “Karo” tahun ini sangat special, pasalnya bertepatan dengan perayaan HUT RI ke 77, meskipun Pandemi Covid-19 sudah mereda,saya tetap menghimbau masyarakat desa Ledok Ombo tetap mematuhi protokol kesehatan.



Masaendi menjelaskan bahwa Perayaan Karo dimulai dengan Prepekan atau pembukaan, Mbesan Duata dan Tayub pada malam harinya. Hari ke dua dilakukan sesanti yang diawali pemberangkatan Punden dan Mbatek Tumpeng Gede di kediaman Kepala Desa.

“Diawali dari tayub pada malam hari, paginya pemberangkatan punden dilanjutkan ke rumah kepala desa mbatek tumpeng gede setelah itu mengikuti romo dukun melakukan sesanti,” jelasnya saat ditemui awak media seusai pertunjukan elekton, senin (22/08/2022).

Rangkaian Perayaan Karo Suku Tengger dilanjutkan dengan Andon Mangan atau budaya saling berkunjung dan menjamu tamu dengan sajian khas desa Ledok Ombo.

“Setelah sesanti tidak boleh ada hiburan agar tidak mengganggu kekhidmatan masyarakat melakukan andon mangan, masyarakat saling sowan (berkunjung) meskipun sedikit sesuap harus tetap dilakukan, ini diwajibkan,” terangnya.

Puncak Perayaan Karo dilakukan Nyadran atau Sadranan yang artinya ruwah syakban dalam bahasa jawa. Tradisi ini masyarakat melakukan tabur bunga ke makam leluhur yang diawali dengan pemberangkatan Sadranan dari rumah Romodukun menuju makam yang diiringi Jaran Kencak & Tabuan Ketepong.

Sebagai tanda syukur pemerintah desa (Pemdes) dan masyarakat Suku Tengger desa Ledok Ombo menyajikan berbagai hiburan masyarakat seperti Jaran Kencak, Ujung, Jaran Kepang serta Orkes tunggal / elekton siang hari ini. Tutur Kades Masaendi

“Ucap rasa syukur acara dari awal sampai akhir bisa berjalan dengan aman dan lancar itu karena semua pihak dari masyarakat adat Tengger desa Ledok Ombo bisa bersama sama untuk suksesnya acara ini,” katanya.

Harapan Masaendi selaku kades Ledok Ombo akan terus menjaga dan melanjutkan tradisi adat desa Ledok Ombo, untuk kedepannya ingin warganya hidup sejahtera. (Edi)

0
0%
like
1
100%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry



Categorised in: