Wednesday, 25-05-2022 11:08:12 am

Breaking News

PDIP Resmi Usung Masan Noor Yasin Di Pilkada Kudus 2018
Home / / Detail berita

Cerita Haru, Penjual Kerupuk Keliling Asal Desa Wotan Sukolilo

AliansiRakyatNews -
(2246 Views) Kamis, 30 Agustus 2018 - 2:50


Pati – Kayuhan Sepeda seorang bapak tua di tengah teriknya matahari yang menyengat di siang hari tak menyurutkan bapak beranak 3 (tiga) ini mengeluh berkeliling menjual kerupuk, sambil sesekali berteriak menawarkan barang dagangannya,(30/8/18).

“Kerupuk, kerupuk, ayo yang kerupuk,” lantang dia suarakan.

Begitulah aktifitas Kakek Suwadi  (70) warga Dukuh Jangkang, Desa Wotan Sukolilo, Kabupaten pati. Hanya Caping (topi berbentuk kerucut yang umumnya terbuat dari anyaman bambu) sebagai pelindung kepala, tidak jarang, dia berangkat dengan perut kosong, hanya sebotol air mineral lusuh di dalam tasnya selalu dia bawa untuk berkeliling.



Bisa dipastikan berangkat dari rumah jam 2 (pagi) menuju Desa Jepang, Kabupaten Kudus untuk bisa mendapatkan dagangan agar bisa dijual kembali kakek ini menceritakan kisah haru yang diluar batas kemampuan kakek yang berumur tua ini.

“Saya berangkat jam 2 pagi, melajukan sepeda dari rumah menuju Desa Jepang Kabupaten Kudus untuk mengambil dagangan. jika saya tidak berangkat jam 2 pagi maka saya tidak kebagian barang dagangan(Kerupuk),” Kata Suwadi.

Setiap hari dia harus berkeliling, dengan modal 200 ribu untuk bisa dapatkan dagangan. inilah yang dilakoni kakek suwadi agar bertahan hidup dirinya dan untuk sang istrinya, dia rela melakoni peran sebagai penjual kerupuk keliling.

“Penghasilan tidak menenentu, kadang 25 ribu kadang hanya 20 ribu perhari. istri saya dirumah kena penyakit katarak, saya rela begini agar bisa bertahan hidup,” Ujar Suwadi

 

Selain itu, kakek suwadi menceritakan pernah di mintai uang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal di jembatan pati – purwodadi turut Desa Cengkalsewu pada saat hendak berangkat mengambil dagangan.

“Minggu kemarin (19/8/18) ketika berangkat saya dimintai uang (400 ribu) oleh sekelompok pemuda yang membawa senjata tajam jenis parang, ketika dimintai saya hanya bilang jika saya ini hanya penjual kerupuk keliling, saya hanya punya uang 200 ribu dan nyawa, silahkan jika mau ambil uang 200 ribu dan nyawa saya. saya tawarkan malah sekelompok pemuda tersebut tidak jadi meminta,” Imbuh Suwadi.

Sementara itu, disinggung ketiga anaknya suwadi mengatakan jika anak-anaknya sudah berkeluarga dan sudah menetap di sumatra. Dirinya juga sadar, usianya yang tidak lagi muda.

“Anak saya sudah berkeluarga, dan sudah menetap disumatra, saya sadar jika saya sudah tua. yang terpenting saya berusaha bukan meminta,” Pungkasnya.

(Ar)

2
28%
like
1
14%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
3
42%
sad
1
14%
angry



Categorised in: