Tuesday, 25-01-2022 10:33:37 am

BREAKING NEWS

Mengenal Sosok Syekh SubakirTotal Viewed #42668 Views

BREAKING NEWS

Mengenal Sosok Syekh Subakir.#42668 Views
Home / / Detail berita
(1339 Views) April 16, 2018 12:50 pm

Petani Undaan Pusing, Tanaman Padi MT 2 Diserang Merah Asem – Aseman

AliansiNews -


Kudus – Fenomena penyakit tanah asem-asemen pada padi sawah biasa terjadi hampir tiap tahun. Penyakit ini akan menyerang tanaman padi saat musim tanam II, yaitu sekitar bulan Maret-April. Tanaman padi yang terkena asem-asemen akan menunjukkan gejala yang spesifik yaitu tanaman padi yang telah ditanam tidak akan mau tumbuh bahkan terlihat kuning dan akan mati.

Demikian kondisi yang di alami oleh para petani di Desa Undaan Tengah Kecamatan Undaan Kudus. Tanaman padi mereka yang kini rata – rata berumur 35 hari setelah tanam (HST) mengalami gejala asem – aseman.

Dari penelusuran aliansirakyatnews.com, dilapangan memang banyak ditemukan kondisi seperti tersebut diatas. Tanaman padi terlihat merah, terhambat pertumbuhanya dan beberapa sisi mengalami layu nyaris mati.



Marjoko ketua Kelompok Tani Larik Joyo Desa Undaan Tengah, pada Senin (16/4/18) menuturkan, Kondisi semacam ini mulai nampak setelah para petani melakukan pemupukan pertama.

Ditambahkan oleh Marjoko,” Beberapa upaya telah kami lakukan diantaranya mengurangi genangan air, penyemprotan bahan organik serta menaburkan zat kapur. Beberapa diantara upaya tersebut mulai menampakkan hasil. Tanaman mulai terlihat kembali normal. Namun berapa diantaranya belum membuahkan hasil.

Hal senada juga dikatakan Sadali (47) seorang petani Desa Undaan tengah, Hal semacam ini sebenarnya sering kami alami pada musim tanam ke dua seperti sekarang ini.

“Dugaan kami, penyakit asem – aseman disebabkan adanya proses perombakan tanaman padi yang terdahulu yang belum selesai proses pembusukannya. Sehingga selama proses tersebut menghasilkan panas pada tanah sawah tersebut. Selain itu selama proses perombakan itu, berakibat menurunnya PH tanah sehingga tanah menjadi asam,” tutur Sadali.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto mengatakan,” Kami akan segera berkoordinasi terkait hal itu dengan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk segera di indentifikasi apa penyebab hal tersebut agar segera dapat kita tentukan langkah yang perlu kita ambil untuk mengatasinya.

(Ks)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry



Categorised in: