Tuesday, 31-01-2023 12:56:05 pm

Breaking News

Jalin Tali Silaturahmi Babinsa Komsos Dengan Kepala Sekolah
Home / / Detail berita

Say No To Valentine’s Days

AliansiRakyatNews -
(1242 Views) Rabu, 14 Februari 2018 - 5:13


Opini – Valentine’s day merupakan perayaan yang selalu muncul setiap tahun, tepatnya tanggal 14 Februari. Perayaan ini biasa disebut dengan hari kasih sayang. Oleh sebab itu, orang-orang beramai-ramai merayakan hari valentine bersama orang yang dicintainya, seperti kekasih atau pacarnya.

Mereka saling menukar hadiah, serta melakukan aktifitas menuju ke arah seks (zina), seperti ciuman, dan sebagainya. Ironisnya, aktivitas ini dilakukan juga oleh para remaja yang masih duduk di bangku pendidikan, yang konon mereka lakukan atas nama cinta pula.



Jika mencermati fakta Valentine’s Day di seluruh dunia, terkuaklah bahwa inti perayaan valentine adalah melakukan segala perbuatan yang mendekati zina, bahkan sampai ber-zina pun merupakan hal yang biasa.

Negara Amerika menjadikan pekan Valentine’s Day sebagai The National Condom Week (Pekan Kondom Nasional)/ Safe Sex. Inggris menjadikan 14 Februari sebagai The National Impotence Day (Hari Impoten Nasional). Di Meksiko beberapa tahun lalu, perayaan valentine dilakukan dengan ciuman massal oleh sebanyak 40.000 pasangan. Di Amerika bahkan ada kompetisi ciuman terlama untuk meramaikan hari valentine ini.

Lalu, bagaimana di Indonesia? Ternyata tak jauh berbeda. Menjelang tanggal 14 Februari tiba, penjualan alat Kontrasepsi menjadi lebih laris daripada hari-hari biasa. Yang sudah punya pacar, sama-sama mempersiapkan diri untuk menyambut hari yang dinanti, yang belum punya pacar gelisah sambil terus mengobral diri agar tidak sendiri dalam merayakan hari valentine nanti.

Persiapan itu biasanya dilakukan dengan hadiah yang identik dengan coklat. Para pelaku pasar pun memanfaatkan momen ini dengan berjualan coklat ala valentine.

Persiapan lain yang dilakukan para pasangan juga dengan memburu atau membooking tempat mesum. Yang lebih memprihatinkan, pemilik tempat-tempat mesum ini pun memanfaatkan momen ini demi kepentingan bisnis mereka. Beberapa hotel bahkan ada yang menawarkan diskon khusus perayaan valentine.

Fenomena penjualan kondom dan coklat –sebagai hadiah Valentine– yang laku keras, dan larisnya tempat-tempat penginapan mesum, sejatinya menunjukan bahwa Valentine’s Day di Indonesia pun identik dengan seks bebas, sebagaimana perayaan Valentine’s Day di Barat. Padahal, Indonesia merupakan negeri yang bermayoritaskan umat Islam.

Kenapa sebagian muslim ikut merayakan valentine? Karena mereka melihat begitu banyak orang lain merayakannya, kemudian ada rasa tertarik, akhirnya ikut merayakan. Tanpa berpikir tentang apa sebenarnya hari valentine itu? Latar belakang adanya hari valentine?

Kemudian bagaimana Islam memandang perayaan valentine? Sama sekali tidak ada kepedulian untuk berpikir ke sana. Inilah gaya hidup hedonis yang lahir dari akidah sekuler.

Seharusnya, sebagai seorang muslim, mereka wajib menjadikan Islam sebagai standar untuk menentukan baik dan buruk, dalam melakukan aktifitas, semuanya harus selalu berdasarkan aturan Islam, bukan ikut-ikutan budaya Barat.

Say No To Valentine’s Days

(Kiriman Pembaca)

0
0%
like
0
0%
love
2
100%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry



Categorised in: