Sunday, 19-09-2021 08:47:03 pm

BREAKING NEWS

Mengenal Sosok Syekh SubakirTotal Viewed #40996 Views

BREAKING NEWS

Mengenal Sosok Syekh Subakir.#40996 Views
Home / / Detail berita
(832 Views) December 23, 2017 9:26 am

Ibu Adalah Ibu, Tidak Ada Mantan Ibu

AliansiNews -


Opini : Hendrik Ning Fita

Tepat pada tanggal 22 Desember semua orang mengingati hari yang biasa kita sebut dengan “Hari Ibu”. Pada hari ini kita diingatkan kembali tentang jasa-jasa ibu kita dalam proses perkembangan kita. Ibu adalah orang yang paling kuat karena kesabaran dan keteguhannya menghadapi tingkah laku kita.



Tapi, sering kali hari peringatan ini dilupakan oleh orang-orang. Tidak sedikit dari kita yang tidak menganggap bahwa hari peringatan ini ada. Mengapa demikian? Mungkin karena sebagian dari kita telah terpengaruhi oleh budaya negeri orang yang lebih penting menurutnya.

Saya yakin semua orang pasti tahu tanggal 14 Febuari. Ya, benar sekali. Itu adalah “Hari Kasih Sayang” atau yang lebih kerap disebut “Valentine’s Day”.

Mengapa hari tersebut lebih diingat orang dibandingkan dengan Hari Ibu? Padahal kan itu hanya budaya luar yang menurut agama saya dilarang. Namun, masih banyak kaum pemuda bahkan sampai anak-anak kecil pun bersuka ria menyambut Hari Kasih Sayang.

Kalau toh kalian hanya ingin sekedar memberikan cokelat atau hadiah lainnya pada pacar kalian di hari yang lain juga bisa bukan? Semua orang selalu memikirkan tanggal 14 Febuari dan melupakan tanggal 22 Desember.

Mungkin bagi sebagian orang Hari Kasih Sayang lebih penting daripada Hari Ibu. Padahal menurut saya hari valentine ini tidak spesial dan tidak ditujukan untuk semua orang. Kan kasihan yang tidak punya pacar pasti tidak merayakan hehe. Kalau di Hari Ibu saya yakin semua orang dapat merayakannya.

Kita dapat mengucap “I Love You”dengan lancar dan mudah ketika kita berbicara dengan pacar kita. Tapi mengapa kita begitu sulit mengucapkannya kepada ibu kita? Saya yakin sebagian banyak orang sulit untuk mengucapkannya. Apa karena malu? Coba kita fikirkan kembali. Apakah ibu kita malu ketika kita mendapat nilai ujian kecil? Beliau malah terus membimbing kita dan menyemangati agar terus berjuang.

Apa ibu kita malu ketika kita melakukan hal bodoh di depan umum? Beliau bahkan tidak pernah berhenti menasehati kita agar tidak terjadi hal seperti itu lagi. Apa ibu kita malu menghapuskan air mata kita ketika terjatuh saat kita belajar berjalan? Beliau dengan sangat bangga mengucap “Jangan menangis. Kamu bisa”.

Sering kali urusan dengan pacar lebih didahulukan daripada urusan dengan ibu kalian. Padahal ibu kalian hanya meminta tolong membantu pekerjaan rumah kecil seperti melipat baju sendiri, membersihkan kamar sendiri.

Padahal semua itu untuk kita juga. Saya yakin ibu kalian tidak pernah meminta kalian agar menemaninya pergi ke salon. Tapi mengapa ketika pacar kalian yang meminta kalian dengan senang dan sedia menerimanya.

Apa kaliah pernah mendengar pepatah “Dibalik kesuksesan pria, terdapat wanita yang hebat”? Apa kalian fikir kata ‘wanita’ di kalimat tersebut ialah ‘pacar’? kalau seperti itu dugaan kalian, kalian salah besar.

Karena kata ‘wanita’ pada pepatah tersebut ialah ‘ibu’.
Apa pacar yang melahirkan kalian? Apa pacar yang mengajarkan kalian berbicara? Apa pacar yang menyiapkan sarapan hangat setiap pagi?

Coba renungkan kembali siapa wanita yang lebih penting di kehidupan kalian. Walaupun memang menurut saya pacar bisa dijadikan alasan untuk kita semangat datang kuliah karena ingin bertemu dengannya di kampus. Ibu tidak pernah meminta balasan atas jasa-jasanya kepada kalian. Ibu hanya menginginkan anak yang selalu mematuhi perkataan orang tuanya.

Seringkanlah luangkan waktu kalian bersama ibu kalian. Dengan begitu, ibu kalian pasti sangat senang. Dan dengan begitu kalianbisa lebih akrab dibandingkan dengan kalian yang memiliki rasa ‘malu’ sebelumnya.

Apa kalian fikir bahwa ketika kita kehilangan ibu kita kita tidak dapat merayakan Hari Ibu? Meskipun ibu kita telah meninggal, beliau akan selalu ada dalam hati dan kenangan kita.

Walaupun kalian sangat benci kepada beliau, namun saya yakin kalian tidak akan pernah bisa melupakan semua jasa-jasanya kepada kalian. Jangan pernah kalian lupakan figur seorang ibu yang ada di kehidupan kalian. Ada yang namanya mantan pacar, tapi ingatlah bahwa tidak ada yang namanya mantan ibu.

Publisher : Agus

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Categorised in: