Thursday, 17-06-2021 01:29:20 am

BREAKING NEWS

Mengenal Sosok Syekh SubakirTotal Viewed #39525 Views

BREAKING NEWS

Mengenal Sosok Syekh Subakir.#39525 Views
Home / / Detail berita
(477 Views) September 22, 2017 2:46 am

Sumur Tercemar, Ratusan Warga Kudus Bersama LSM Lestari Memprotes Limbah Tahu

AliansiNews -


aliansirakyatnews.com, KUDUS – Kudus dalah merupakan sentra perusahaan tahu dan tempe yang mana makanan tersebut adalah makanan primadona masyarakat Indonesia pada umumnya.

Dari catatan Dinas NAKERTRAN PERINDAGKOP Kabupaten Kudus ada 104 perusahaan Tahu dan tempe yang terdaftar yang tersebar sewilayah Kabupaten Kudus.jumlah prusahaan tersebut diyakini bisa dua kali lipat,mengingat banyaknya perusahaan baru yg belum terdaftar.

Selain berdampak positis di sisi ekonomi, ternyata akibat dari kegiatan perusahaan tahu tempe tersebut juga mengakibatkan dampak negatif.
yang sedang dikeluhkan warga masyarakat sekitar perusahaan dan aliran kali pembuangan limbah.dampak negatif tersebut diantaranya aroma/bau yang tidak sedap, keruhnya air kali, bahkan akibat terburuknya adalah layu dan matinya tanaman cabai warga desa Garungkidul dan Setrokalangan beberapa waktu lalu.dan sekarang warga Ngembalrejo, Karangbener, Hadipolo mengeluh air sumur sudah tidak dikonsumsi akibat tercemar limbah tahu yang dalam pembuanganya tidak melalui proses IPAL.



Berdasar dari dampak negatif tersebut warga Desa Hadipolo, Karangbener, Ngembalrejo, ploso, jatikulon, Pasuruhanlor, prambatanlor, garungkidul, Setrokalangan menggalang aksi pengumpulan tanda tangan keberatan atas dampak negatif limbah tersebut dan meminta agar pemerintah Daerah melalui Dinas PKPLH segera hadir menangani permasalahan warga tersebut.

Kata Ketua LSM LESTARI(Lembaga Swadaya Tanah Air Republik Indonesia) H Kasrom “dampak lingkungan akibat buruknya pengolahan limbah tahu tersebut memang sudah sangat memprihatinkan.sehingga wajar saja masyarakat yang terkena dampak protes akan hal tersebut senada disampaikan oleh Humas LSM LESTARI Hadi sucahyono “pemerintah melalui Dinas terkait harus segera turun tangan menengahi dampak buruk lingkungan ini dengan memaksimalkan sarana IPAL yang menjadi syarat sebuah perusahaan”.

Lebih lanjut pula dikatakan oleh sekretaris LSM LESTARI Kharirotus sa’adah yg juga seorang politisi “sebenarnya dikudus banyak titik dimana DAS dareah aliran sungai yang sudah tercemar akibat kurang baiknya proses pengelolaan limbah dari perbagai perusahaan dikudus.hal ini dikarenakan minimnya kesadaran pelaku usaha terhadap kelestarian alam dan lingkungan serta kurang pengawasan pemerintah terhadap Syarat UKL/UPL yang menjadi syarat berdirinya suatu perusahaan”.

Saat ini dibeberapa kali dikudus kondisinya sangat memprihatinkan.yang terparah adalah dikali Jaranan yang membentang di tapal batas desa garunglor dan prambatanlor atau timur Rumah Sakit Islam.

Agar keinginan warga tersebut segera di respon oleh Pemerintah daerah agar mendapat penanganan serius, LSM LESTARI akan menyampaikan tanda tangan warga terdebut kepada Pemerintah dalam hal ini Dins PKPLH.

Reporter : Kasrum

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry



Categorised in: